Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sekolah Libur Akibat Kualitas Udara di Samarinda Sangat Tidak Sehat

SAMARINDA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur mengizinkan seluruh satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB di wilayah Kota Samarinda untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem daring (online). 

Kebijakan ini diambil merespons memburuknya kualitas udara akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).  

Langkah tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor ⁠100.3.4.1/2076/Disdikbud.III/SRK/2026⁠. Kebijakan ini dikeluarkan setelah melihat pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas II APT Pranoto Samarinda per 16 September 2026 yang mencatat kualitas udara Samarinda berada pada kategori sangat tidak sehat.  

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim, Armin, menegaskan bahwa keselamatan serta kesehatan para murid, guru, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca yang buruk.

"Langkah ini diambil guna menjaga keselamatan dan kesehatan murid, pendidik, maupun tenaga kependidikan," tegas Armin dalam keterangan resminya.

Kepala Satuan Pendidikan diperkenankan melaksanakan pembelajaran secara daring dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan potensi risiko kesehatan bagi warga sekolah, dengan tetap memperhatikan keberlangsungan proses pembelajaran.

Armin juga menekankan pentingnya peran orang tua murid selama pembelajaran jarak jauh ini berlangsung. Pihak sekolah diminta menjalin koordinasi yang erat dengan para wali murid di rumah.

"Kami meminta Kepala Satuan Pendidikan agar berkoordinasi langsung dengan orang tua atau wali murid untuk melakukan pengawasan penuh selama pembelajaran secara daring dilaksanakan," tambahnya.

Terkait pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan di sekolah, Armin menjelaskan bahwa skema pembagian selama pembelajaran daring akan disesuaikan.

"Terkait program MBG selama masa PJJ, sekolah diminta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku," terangnya.

Ia memungkas bahwa kebijakan belajar dari rumah ini bersifat sementara dan situasional. Kegiatan persekolahan akan kembali diselenggarakan secara tatap muka setelah kualitas udara membaik dan dinyatakan aman oleh instansi berwenang. (sef/pt)

Post a Comment for "Sekolah Libur Akibat Kualitas Udara di Samarinda Sangat Tidak Sehat"